Pengaruh Aksiden terhadap Logika


Teori Konsep Pendidikan IPS
oleh Prof. Dr. Suyahmo, M. Si
Dapat ilmu baru pada saat mengikuti matrikulasi.

Menyusun teori adalah tujuan ilmu pengetahuan. Beberapa konsep melahirkan proposisi/teori.
Ada tahapan
Mengerti
Memahami
Sikap
Perbuatan

Dalam memahami diproses melalui Induksi dan Dedikasi.
Induksi bersumber dari fakta yang terpanca-indera. Fakta masih dibagi menjadi dua yaitu unsur kesamaan dan unsur perbedaan.
Dari kesamaan-kesamaan tiap fakta dibuatlah konsep.

Sebagai contoh
Fakta
Suku Jawa
Suku Batak
Suku Sunda

Beberapa fakta yang memiliki persamaan dan perbedaan. Persamaan dari beberapa fakta melahirkan konsep.

Ketiga suku tersebut mempercayai Tuhan Yang Maha Esa, maka terbentuklah konsep bahwa suku Jawa suku Batak suku Sunda mempercayai Tuhan Yang Maha Esa. Meskipun memiliki perbedaan agama.

Konsep yang terbangun tersebut memiliki kelanjutan yaitu pengalaman dan verifikasi.
Pengalaman maksudnya konsep tersebut diikuti. Sedangkan verifikasi dimaksudkan konsep tersebut perlu diuji kebenarannya.

Dari sisi pengalaman maka lahirlah sikap yaitu keyakinan. Dari keyakinan lahirlah tindakan yaitu berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Sisi verifikasi betulkan mempercayai, buktinya ada orang yang percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa tetapi tidak berdoa.

Proses pengalaman dan verifikasi itulah dinamakan deduksi.

Pendidikan
Tujuan pendidikan ditinjau dari sisi kualitas adalah mencerdaskan secara intelektual, emosional, sosial, moral dan spiritual.

Dari sisi kuantitas, pendidikan terselenggara secara formal (sekolah), nonformal (masyarakat), informal (keluarga)

IPS-IPA
Pendidikan IPS lebih fokus pada masyarakat khususnya INTERAKSI. Lebih sulit diteliti, sulit diukur dan sulit dipahami.

Pendidikan IPS lebih mudah karena mudah dipahami, mudah diukur dan mudah diteliti. Karena IPA fokusnya pada kebendaan.

Menjadi pertanyaan besar mengapa IPS (masyarakat-manusia) sulit diteliti, diukur dan dipahami?

Aksiden
Karena dalam interaksi manusia selalu terkandung faktor aksiden.
Logika/nalar manusia terbatasi oleh aksiden. Kebenaran logika/nalar manusia jika disikapi dengan aksiden maka tidak logis, tidak masuk akal.
Manusia menjadi tidak objektif, tidak ilmiah.

Apa sajakah aksiden tersebut?
Rasa
Tempat
Waktu
Relasi
Status
Aksi (pengganggu)

Contoh aksiden
Sebagai wakil rakyat DPR merumuskan peraturan memihak kepentingan rakyat.

Sebelum ada aksiden DPR bersidang membawa aspirasi rakyat. Namun, saat aksiden (pengusaha) masuk dalam Diri DPR maka aspirasi rakyat digantikan aspirasi pengusaha.
Itulah aksiden membuat tidak rasional. Mengapa ? Rasionalnya DPR dipilih rakyat maka membela kepentingan rakyat, tetapi sikap DPR objektif melainkan subjektif, bukan membela rakyat.

Contoh aksiden lain
Hakim bertugas menegakkan keadilan  maka Benar ya Benar, lalu Salah ya Salah.

Sebelum ada aksiden hakim mampu bersikap objektif, menjalankannya tugas keadilan.

Namun saat ada aksiden dari makelar kasus hakim menjadi tidak o jektit, tidak adil melainkan subjektif, tidak adil.

Yang terjadi akibat aksiden ialah hakim bisa memutuskan Benar jadi Salah, Salah jadi Benar .

Penutupan
Itulah pengaruh aksiden terhadap logika.

*)  Ada tugas , sebagai berikut
Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 menghargai perbedaan, keyakinan, agama, budaya dan.
Ahmadiyah sebagai aliran berdasar kacamata Pancasila, UUD 1945 tidak bertentangan, tetapi mengapa dalam kehidupan bermasyarakat banyak ditentang?
Buatlah analisis interaksi berdasar tinjauan sosial?

Itulah hal baru selama proses diskusi bersama Prof. Dr. Suyahmo, M. Si

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hobi Bikin Meme

Menggambar

Relasi Habitus Modal Teori Pierre Bourdieu