Filsafat Pendidikan


Filsafat Pendidikan IPS
*) Cukilan dari Prof. Suyahmo
Filsafat secara harafiah diartikan mencari kebenaran hakiki. Filsafat dimaknai sebagai belajar segala sesuatu secara mendasar untuk menemukan kebenaran sejati.

Filsafat ilmu diartikan upaya mencari kebenaran dapat diterima umum atau memiliki kebenaran universal.
Orang yang belajar filsafat ialah orang yang cinta kebenaran dan kebijaksanaan. Karena dituntut konsistensi antara berpikir benar bertindak bijak diwujudkan dalam sikap benar dan bijak lalu diaplikasikan dalam perilaku.

Filsafat dibagi dua yaitu filsafat IPS dan Non-IPS. Filsafat berwujud lahir yaitu ucapan dan roso (rasa) batin.
Konsisten jika ucapan dan batin selaras.  Beberapa formulasi ucapan + maka batin + perilaku lahir + maka konsisten
Ucapan + batin - perilaku lahir - maka tidak konsisten.

Alat mengupas lebih menggunakan tiga alat analisis yaitu ontologis, epistimoligis dan aksiologis.

Ontologis pola pikirnya ialah menuntut kebenaran dan kebaikan sejati. Tujuan utama.
Epistimoligis pola pikirnya ialah memberikan arahan cara mewujudkan.
Aksiologis pola pikirnya ialah nilai manfaat, nilai guna, nilai etis, nilai moral

Sebagai contoh menggunakan ketiga alat berfilsafat:
1 BPJS
Ontologis : BPJS untuk kesejahteraan rakyat
Epistimoligis: dibuatlah regulasi untuk menjalankannya program BPJS
Aksiologis: sudahkah terwujud kesejahteraan rakyat. Jika belum apa penyebab penghambat. Jika sudah apa penyebab dapat dukungan ?

2 Kurikulum 2013 / K-13
Ontologis :  benarkah untuk mencerdaskan bangsa?
Epistimologis : bagaimana cara melaksanakan K-13 agar mencerdaskan bangsa
Aksiologis : apa faktor pendukung dan apa faktor penghambat
Epistimologis : membahas kebenaran
Kebenaran bersifat objektif
Keberatan bersifat intersubjektif
Kebenaran bersifat subjektif

Contoh analisis K-13
K-13---- mencerdaskan bangsa
K-13 dibuat oleh menteri-DPR (kebenaran intersubjektif)
Kebenaran intersubjektif ada yang positif dan negatif
Jika kebenaran intersubjektif positif maka objektif hasilnya ontologis positif

Jika kebenaran intersubjektif negatif maka subjektif (kepentingan menteri-DPR) hasilnya ontologisnya negatif (tidak tercapai)
Maka K-13 ada aksiden positif dan aksiden negatif



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hobi Bikin Meme

Menggambar

Relasi Habitus Modal Teori Pierre Bourdieu