Pengajaran


Memiliki wilayah cakupan dan prinsip berbeda antara pendidikan dan oengajaran. Pengajaran adalah bagian dari pendidikan.
Pendidikan diibaratkan kota tujuan sedangkan pengajaran adalah kendaraannya.
Untuk mengungkap sisi perbedaan antara pendidikan dan pengajaran, mengambil pendapatnya Charles E. Silverman.
Demikian penjelasannya, pengajaran hanya menitikberatkan pada usaha mengembangkan intelwktualitas manusia. Sedangkan pendidikan berusaha mengembangkan seluruh aspek kepribadian dan kemampuan manudia, baik dilihat dari aspek kognitif, afektif dan psikomotorik ( Dr. H. Syaiful Sagala, M. Pd, h 5).
Berdasar pendapat Charles E. Silberman, maka agar kepribadian seseorang berkembang maka butuh pengajaran. Pengajaran seperti apa atau pengajaran apa saja yang berdampak pada perkembangan kepribafian.
Ada 8 hal bahan ajar dapat dilaksanakan dalam satu kesatuan. Apa saja kedelapan hal tersebut:
1 Time Schedule
Sedapat mungkin mulai belajar memiliki jadwal atau agenda kegiatan. Minimal dikalender diberi tanda dan keterangan.
Bukan jadi sok sibuk tetapi belajar menata kegiatan dll. Jauh sebelum hari H sudah punya perencanaan.
Minimal dalam satu bulan sudah memiliki gambaran aktivitas.
2 Priority
Memang semakin banyak kegiatan makin banyak pula relasinya. Namun perlu diperhatikan mulai memilah dan milih kegiatan.
Pertimbangan memilah dan memilih memang sangat subjektif. Tetapi jika mengalami kesulitan, ada beberapa prinsip untuk membantu memilah dan memilih.
Nilai kemanfaatan
Nilai kegentingan
Nilai tujuan
3 Read
Membiasakan untuk membaca buku atau bacaan menyehatkan sangat penting. Tujuannya agar otak dapat asupan informasi yang sehat.
Selain sehat, bacaan tersebut bisa menghidupkan imajinasi Imajinasi ini melalui otak bawah sadar mampu menggerakan Diri sendiri untuk meraih tujuan.
Membaca buku juga mampu mengolah emosi. Pemilihan kata dan rajutan kalimat dalam buku mampu menggelorakan emosi.
Ada beberapa jenis membaca. Dua jenis membaca secara umum yaitu membaca pasif dan membaca aktif. Membaca pasif hanya membaca huruf per huruf , kalimat per kalimat semata.
Membaca aktif, ada dua aktivitas didalamnya. Pertama membaca itu sendiri, huruf per huruf kata per kata kalimat per kalimat, sampai alinea per alinea. Kedua, mengerti memahami menanyakan tentang yang dibaca.
4 Writting
Menulis... yaa menulis. Menulis bisa bermacam macam. Ide apa ditulis. Membaca apa ditulis. Melihat apa ditulis. Merasa apa ditulis.
Berpikir tentang apa. Berimajinasi apa ditulis.
Melihat peristiwa apa ditulis. Mendengar apa ditulis. Setia hal menarik ditulis.
Menulis bagian dari melatih kepekaan. Selain kepekaan, melatih otak pola pikir, menghubungkan satu hal dengan hal lain. Mulai kedua hal berhubungan dekat sampai hal hal yang tidak memiliki hubungan sekali pun.
Contoh ..
a buku tulis vs buku tulis
B buku tulis vs roti
C buku tulis vs mobil
D buku tulis vs capung
E buku tulis vs bulan
Menulis merangkai kedua hal tersebut dalam kalimat kalimat.
5 critical thinking
Belajar berpikir kritis, otak dipakai untuk berpikir bukan hanya menyimpan. Otak tidak hanya sebagai flasdisc.
Melainkan otak dipakai juga untuk berpikir. Berpikir ada beberapa bentuk
A apa mengapa
B sebab akibat
C masalah solusi
D menyusut ..reduksi
E mengembang ... progres
Model melatih berpikir kritis 5W1H
What
Why
Who
When
Where
How
6 Communication
Apa yang terjadi ketika tidak ada komunikasi?
Peradaban maju dan berkembang salah satunya karena komunikasi. Namun karena komunikasi pula bisa terjadi kekacauan, peperangan.
Komunikasi tejadi minimal oleh dua subjek sosial. Subjek sosial ialah individu dan kelompok sosial.
Komunikasi berdasar subjek sosial terkategorikan sebagai berikut
Individu vs Individu
Individu vs kelompok
Kelompok vs Individu
Kelompok vs kelompok
Setiap komunikasi memiliki dampak salah satunya konstruktif:
A menyatukan
B menyadarkan
C menggerakan
D membayangkan
E membangkitkan
Dampak komunikasi lainnya yaitu destruktif:
A mencela
B menghasut
C memecah
D merongrong
E menjebak
7 Do It
Tahap ini hal paling sulit. Melakukan..memulai. Segala sesuatu sudah dipersiapakan direncanakan dianalisis keuntungan kerugian.
Antisipasi problem beserta solusi sudah tahap pematangan. Sangat disayangkan ... lambat saat eksekusi pelaksanaan.
Ada beberapa faktor penyebab batal atau lambatnya eksekusi.
A belum sepenuhnya didukung
B kekhawatiran terhadap hasil
C takut dicela teman sendiri
D siapa pionernya
E rutinitas
8 Evaluation
Tidak semua orang atau kelompok senang melakukan tahap evaluasi. Mengapa,  terkadang sering menyakitkan.
Evaluasi untuk melihat mengukur menganalisis terhadap suatu aktivitas atau kegiatan yang telah dilakukan.
Evaluasi tentu didasarkan pada indikator kegiatan. Evaluasi menjadi hal ditakuti karena evaluasi dipersepsikan oleh pihak yang dievaluasi adalah ajang mencurahkan kebencian kegagalan atas suatu kgiatan.
Persepsi salah tentang evaluasi perlu dikuruskan.
*) Sagala, M. Pd., Dr H. Syaiful, Konsep dan Makna Pembelajara, Alfabeta, Bandung, 2003

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hobi Bikin Meme

Menggambar

Relasi Habitus Modal Teori Pierre Bourdieu