Metodologi Penelitian (Kualitatif)
Metodologi Penelitian (Kualitatif)
Oleh Dr. Triwanthy Arsal, M. Hum
Sedikit tentang sejarah pendekatan kualitatif diawali tahun 1900- PD II. Tokoh pendekatan kualitatif yaitu Immanuel Kant, Aguste Comte dan Emmile Durkheim.
Sebagai kunci pendekatan kualitatif ialah interpretasi atas suatu keadaan, perilaku individu atau sosial.
Ada dua pihak dalam penelitian yaitu Tineliti dan Peneliti. Tineliti ialah pihak atau orang yang hendak diteliti. Peneliti ialah pihak atau orang yang melakukan penelitian.
Penekanan pendekatan kualitatif ialah proses penelitian bukan hasil penelitian.
Unsur unsur dalam pendekatan kualitatif ialah:
A Sarat nilai
B Proses
C Peneliti-Tineliti
D Realitas sosial
E Pengalaman sosial
F Makna
Dalam pendekatan kualitatif peneliti harus merumuskan preposisi. Proposisi disusun berdasarkan observasi awal. Lalu, ditemukan teori. Teori ini dipakai sebagai pijakan untuk mencari menemukan fakta sosial terkait proposisi.
Teori dipakai untuk menemukan fakta fakta sosial. Lalu, dicocokan kesesuaian keduanya- teori dengan fakta.
Jika fakta sesuai teori maka proposisi benar. Tetapi bisa sebaliknya.
Apakah fakta sosial sesuai teori atau tidak? Jika tidak sesuai maka teori menyesuaikan fakta sosial.
Dalam penelitian ada beberapa paradigma yaitu:
A Positivisme
B Post-positivisme
C Teori Kritis
D Konstruktivisme
Keempat paradigma tersebut terkait dengan ontoligis, epistimoligis, dan metodologis.
Ontologis ialah pertanyaan atas suatu realitas sosial (apa yang terjadi).
Epistimoligis ialah pertanyaan lebih mendalam - rasa ingin tahu maksud. Apa yang perlu diketahui. (apa sebabnya)
Metodologis ialah pertanyaan terkait cara penelitian melakukan penelitian.
Teori Kritis bertujuan mempertanyakan yang telah ada, yang telah berjalan sesuai atau tidak.
Konstruktivisme bertujuan memberikan usulan, masukan, menawarkan hal baru atas yang telah ada.
Komentar
Posting Komentar