Metodologi Penelitian (Kuantitatif)


Metodelogi Penelitian (Kuantitatif)
Oleh Prof. Dr. Rusdarti, M. Si

Secara umum ada pendekatan dalam penelitian ada dua, yaitu kuantitatif dan kualitatif.

Pendekatan kuantitatif bercirikan angka, statistik. Pendekatan kuantitatif bercirikan deskripsi, narasi. Lalu, muncul pertanyaan pendekatan apa yang dipakai?

Latar belakang akademik sangat menentukan pemilihan penfekatan. Apakah menggunakan kuantitatif ataukah kualitatif?
Latar belakang IPA lebih condong menggunakan pendekatan kuantitatif. Namun IPS bisa memilih kuantitatif atau kualitatif.

Penelitian kuantitatif hasilnya tidak harus signifikan. Mengapa? Karena dengan hasil tidak signifikan memunculkan penelitian lanjutan u tuk menemukan faktor penyebab tidak signifikan.

Peneliti dalam melakukan penelitian harus melepaskan Diri terhadap prasangka dan pandangan subjektif. Karena menyebabkan penelitian hasilnya tidak objektif.

Penelitian bisa melakukan prediksi dengan catatan ambang batas kesalahan 5%.

Jenjang akademik peneliti menentukan tujuan penelitian. Jenjang pendidikan:

Sarjana penelitian bertujuan mengungkap fenomena sosial (apa faktor penyebab)

Magister penelutian bertujuan mencari menemukan gap (dimana gapnya, apa saja gapnya)

Doktor penelitian bertujuan menemukan gap atas sebuah teori.

Penelitian kuantitatif bertujuan menguji teori dengan dengan mengajukan hipotesis.
Penelitian kualitatif bertujuan mencocokan teori dengan fakta, empiris, realitas sosial.

Sebagai contoh:
Baik kuantitatif maupun kualitatif sama sama melakukan penelitian tentang pengaruh tetapi keduanya berbeda.

Dimana letak perbedaan keduanya?
Pendekatan kuantitatif menguji teori dengan mengajukan hipotesis.
Tetapi, pendekatan kualitatif meneliti pengeruh terhadap perilaku berdasar teori dengan menarasikan.

Demikian pula terhadap teori,
Teori dalam kuantitatif diuji melalui penelitian (Deduktif), namun teori dalam kualitatif diposisikan sebagai pijakan meneliti perilaku.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hobi Bikin Meme

Menggambar

Relasi Habitus Modal Teori Pierre Bourdieu