Pendidikan Jadi Pengurai Masalah Indonesia

Ragam Permasalahan Pendidikan IPS Indonesia
Oleh Dr. Purwadi Suhandini, S. U.

Proposisi
Sudahkan pendidikan Indonesia memberikan kontribusi terhadap upaya penguraian masalah masyarakat Indonesia? Ataukah justru pendidikan Indonesia memperkeruh masalah masyarakat Indonesia?

Kondisi Riil
Kondisi riil masyarakat Indonesia perlu diteropong secara dua sisi yaitu keunggulan dan kelemahannya.
Sisi keunggulan
A Jumlah penduduk 250 jutaan
B Kekayaan alam melimpah
C Kemampuan individu bersaing
D Budaya kekeluargaan sangat tinggi
E Pengguna media sosial kategori tinggi

Sisi kelemahan
A Pendidikan tidak merata
B Kemiskinan sangat besar
C Mental instan
D Mudah emosional negatif
E Sikap curiga

Bila dikupas lebih mendalam baik keunggulan maupun kelemahan maka akan menambah deretan masing masing sisi.

Kondisi riil masyarakat Indonesia apakah berdampak terhadap bidang pendidikan Indonesia?

Jelas berdampak! Sebelum memasuki lebih dalam terkait sumber masalah pendidikan IPS Indonesia, apakah sajakah masalah pendidikan Indonesia?

Tinjauan Kritis
Baik inilah beberapa masalah pendidikan Indonesia:
A kualitas pendidikan rendah
B kurikulum bergonta ganti
C disparitas kota-desa, wilayah barat-timur
D standar sarana prasarana tidak baku
E proses belajar mengajar monoton
F kualitas etos kerja guru
G peran serta masyarakat rendah

Dari tujuh permasalah pendidikan Indonesia ketika digali lebih dalam ditemukan empat kelompok besar permasalah pendidikan Indonesia.

Keempat permasalah tersebut ialah
A Pembelajaran konvensional
B Kualitas pendidikan rendah
C Kualitas masyarakat rendah
D Masyarakat kurang perhatian terhadap pendidikan

Keempat hal tersebut saling berkaitan bahkan baikan efek domino sampai me jadi siklus.
Pembelajaran konvensional menghasilkan kualitas pendidikan rendah. Kualitas pendidikan rendah maka kualitas masyarakatnya pun akan rendah. Kualitas masyarakat rendah akibatnya masyarakat kurang perhatian terhadap pendidikan. Masyarakat kurang perhatian terhadap pendidikan maka perhatian terhadap pembelajaran pun, rendah.
Itulah siklus masalah pendidikan Indonesia.

Menjadi pertanyaan besar, mulai dari mana memperbaiki, bagaimana memperbaiki?

Lalu, pertanyaan lebih besar, mau dibawa kemana pendidikan Indonesia? Bahkan, mau diapakan pendidikan Indonesia?

Sekolah belum mampu menjadi tempat / agen pusat perubahan peradaban masyarakat.

Sekolah selama ini hanya menjadi tempat, belajar tentang apa, menilai tentang apa, dapat nilai berapa, rangking berapa. Tidak menjadi agen bisa berbuat, akan berbuat apa, bagaimana cara melakukan.

Berdasar pembentukan pengetahuan ada empat tahap
A faktual
B konseptual
C prosedural
D metakognitif

Sekolah berfokus pada tahap satu sampai tiga. Yaitu faktua, konseptual dan prosedural. Belum membawa sampai tahap metakognitif.
Dan, tidak membekali softskill dan hardskill secara berkesinambungan.

Penutup
Pertanyaan kritis muncul, akan tetap pada pola pikir seperti saat ini?
Akankah proses belajar mengajar tetap seperti saat ini?
Akankah cara penilaian tetap seperti saat ini?
Apa yang dapat dikontribusikan bagi upaya perbaikan peradapan masyarakat Indonesia melalui pendidikan?






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hobi Bikin Meme

Menggambar

Relasi Habitus Modal Teori Pierre Bourdieu