Percaya Diri
Permasalahan tentu dihadapi oleh setiap individu. Entah itu masalah terkait dengan waktu, dirinya sendiri maupun saat berelasi dengan orang lain.
Individu melihat masalah tergantung bagaimana individu memandang dirinya sendiri. Ketika individu memandang dirinya positif (percaya Diri) maka permasalahan diposisikan sebagai kesempatan untuk berkembang.
Sebaliknya ketika individu memandang dirinya secara negatif (minder) maka masalah dipandang sebagai hal yang makin menyulitkan.
Ditemukan korelasi antara individu memandang dirinya sendiri dengan penyelesaian masalah. Maka disini perlu diuraikan sedikit tentang percaya Diri.
Menurut pendapat Daniel Goleman (2005:83), “Rasa percaya diri adalah keberanian yang dating dari kepastian tentang kemampuan, nilai-nilai, dan tujuan kita”.
Belum semua orang mengetahui bahkan memahami tujuan memiliki percaya Diri. Pembicaraan mengenai Percaya Diri dibagi dalam beberapa instrumen. Instrumen keyakinan Diri, Instrumen sikap dan Mendayagunakan kelebihan.
Tingkatan percaya Diri terbagi dalam lima tingkatan. Tingkatan paling tinggi penuh. Lalu tingkatan tinggi, tingkatan sedang, tingkatan rendah dan tingkatan tidak memiliki.
Deskripsi tingkatan penuh artinya seseorang memiliki kepercayaan Diri secara utuh dalam ketiga instrumen.
Deskripsi tingkatan tinggi artinya seseorang memiliki percaya Diri kedua instrumen penuh tetapi ada satu instrumen tidak penuh.
Deskripsi sedang artinya seseorang memiliki percaya Diri dua instrumennya tidak maksimal.
Deskripsi rendah artinya seseorang memiliki percaya Diri pada tiga instrumen tidak maksimal.
Deskripsi tidak memiliki artinya seseorang berada pada situasi percaya Diri sangat minimal.
Penulis melakukan penelitian sederhana kepada 31 responden. Tingkat pendidikan sekolah menengah atas kelas X dan XI.
Percaya Diri tingkat tinggi tidak ditemukan. Percaya Diri tingkat tinggi ditemukan 77,4% responden. Percaya Diri tingkat sedang 22,6% responden.
Percaya Diri tingkat sedang dan rendah tidak ditemukan.
Gambaran ini sesungguhnya potensi besar bagi suatu organisasi. Tetapi juga memiliki sisi waspada. Karena jika rasa percaya tidak terkendalikan maka berpotensi saling mendominasi.
Ada hal menarik dalam kelompok percaya Diri tinggi dari 77,4% ditemukan tinggakatan lagi. Tingkatan tinggi, sedang l, dan rendah.
Adapun perincian sebagai berikut kelompok tinggi - tinggi, kelompok tinggi-sedang dan kelompok tinggi-rendah. Prosentase tinggi-tinggi 66,7%, kelompok tinggi-sedang 33,3% dan kelompok tinggi-rendah 0%.
Berdasar penajaman kelompok percaya Diri tinggi ternyata ditemukan tingkatan tingkatan.
Nampak bahwa ada kelompok tinggi-tinggi dan ada kelompok tinggi-sedang.
Menariknya, didapati sejumlah individu dengan percaya Diri tinggi-tinggi. Ini perlu disikapi secara bijak. Mengapa?
Sisi positifnya individu percaya Diri tinggi-tinggi memiliki potensi besar. Potensi besar ini tentu bisa menggerakkan roda organisasi. Namun, sebaliknya sisi negatifnya ialah roda organisasi tidak bergerak karena pemilik percaya Diri tinggi-tinggi saling menonjolkan egonya.
Untuk itu perlu kesadaran bahwa rasa percaya Diri perlu dikendalikan dan diarahkan demi kepentingan roda organisasi dan terutama Diri sendiri yaitu untuk makin lebih bijak. memandang permasalahan lebih luas.
Individu melihat masalah tergantung bagaimana individu memandang dirinya sendiri. Ketika individu memandang dirinya positif (percaya Diri) maka permasalahan diposisikan sebagai kesempatan untuk berkembang.
Sebaliknya ketika individu memandang dirinya secara negatif (minder) maka masalah dipandang sebagai hal yang makin menyulitkan.
Ditemukan korelasi antara individu memandang dirinya sendiri dengan penyelesaian masalah. Maka disini perlu diuraikan sedikit tentang percaya Diri.
Menurut pendapat Daniel Goleman (2005:83), “Rasa percaya diri adalah keberanian yang dating dari kepastian tentang kemampuan, nilai-nilai, dan tujuan kita”.
Belum semua orang mengetahui bahkan memahami tujuan memiliki percaya Diri. Pembicaraan mengenai Percaya Diri dibagi dalam beberapa instrumen. Instrumen keyakinan Diri, Instrumen sikap dan Mendayagunakan kelebihan.
Tingkatan percaya Diri terbagi dalam lima tingkatan. Tingkatan paling tinggi penuh. Lalu tingkatan tinggi, tingkatan sedang, tingkatan rendah dan tingkatan tidak memiliki.
Deskripsi tingkatan penuh artinya seseorang memiliki kepercayaan Diri secara utuh dalam ketiga instrumen.
Deskripsi tingkatan tinggi artinya seseorang memiliki percaya Diri kedua instrumen penuh tetapi ada satu instrumen tidak penuh.
Deskripsi sedang artinya seseorang memiliki percaya Diri dua instrumennya tidak maksimal.
Deskripsi rendah artinya seseorang memiliki percaya Diri pada tiga instrumen tidak maksimal.
Deskripsi tidak memiliki artinya seseorang berada pada situasi percaya Diri sangat minimal.
Penulis melakukan penelitian sederhana kepada 31 responden. Tingkat pendidikan sekolah menengah atas kelas X dan XI.
Percaya Diri tingkat tinggi tidak ditemukan. Percaya Diri tingkat tinggi ditemukan 77,4% responden. Percaya Diri tingkat sedang 22,6% responden.
Percaya Diri tingkat sedang dan rendah tidak ditemukan.
Gambaran ini sesungguhnya potensi besar bagi suatu organisasi. Tetapi juga memiliki sisi waspada. Karena jika rasa percaya tidak terkendalikan maka berpotensi saling mendominasi.
Ada hal menarik dalam kelompok percaya Diri tinggi dari 77,4% ditemukan tinggakatan lagi. Tingkatan tinggi, sedang l, dan rendah.
Adapun perincian sebagai berikut kelompok tinggi - tinggi, kelompok tinggi-sedang dan kelompok tinggi-rendah. Prosentase tinggi-tinggi 66,7%, kelompok tinggi-sedang 33,3% dan kelompok tinggi-rendah 0%.
Berdasar penajaman kelompok percaya Diri tinggi ternyata ditemukan tingkatan tingkatan.
Nampak bahwa ada kelompok tinggi-tinggi dan ada kelompok tinggi-sedang.
Menariknya, didapati sejumlah individu dengan percaya Diri tinggi-tinggi. Ini perlu disikapi secara bijak. Mengapa?
Sisi positifnya individu percaya Diri tinggi-tinggi memiliki potensi besar. Potensi besar ini tentu bisa menggerakkan roda organisasi. Namun, sebaliknya sisi negatifnya ialah roda organisasi tidak bergerak karena pemilik percaya Diri tinggi-tinggi saling menonjolkan egonya.
Untuk itu perlu kesadaran bahwa rasa percaya Diri perlu dikendalikan dan diarahkan demi kepentingan roda organisasi dan terutama Diri sendiri yaitu untuk makin lebih bijak. memandang permasalahan lebih luas.
Komentar
Posting Komentar