Sosok Pierre Bourdieu


Latar  belakang keluarga termasuk golongan kelas menengah bawah. Ayahnya pegawai negeri, tetapi semangat kuatnya, Pierre menempuh pendidikan berkualitas tinggi. Berada dalam lingkungan pendidikan formal dengan sifat konvensional otoriter.  Dalam kondisi pendidikan tersebut Bourdieu melakukan pemberontakan akademis yaitu menolak untuk menulis tesis.

Penolakan akdemis dilator belakangi kesadaran kemampuan diri tergolong pas-pasan. Bourdieu juga melakukan perlawanan sosial lingkungan pendidikan / sekolah melalui pemberian penilaian “sekolahnya berpandangan kuat terhadap komunis.”

Penempaan dan pendewasaan diri dilakukan “ikut wajib militer” pada tahun 1956. Dan, selama dua tahun bersama tentara Perancis di Aljazair. Mestinya wajib militer sudah selesai tetapi Bourdieu melanjutkan hidup di Aljazair selama dua tahun.  Bukan tanpa tujuan, tetapi dia melakukan pendokumentasian kehidupan sosial. Pendokumentasian pengalaman bersama masyarakat Aljazair dan dialog bersama tentara Perancis.

Karya Bourdieu begitu beragam yaitu bidang pendidikan, antropologi, dan sosiologi. Karya lain dalam wujud pemberdayan kelompok melalui pembentukan kelompok muda diskusi. Karya berupa institusional, Bourdieu mendirikan Centre de  Sociologie Europeene, hasilnya ialah penerbitan.
Sisi proses ide kreatif Bourdieu diperoleh melalui dialog-dialog. Beberapa teman berpengaruh dalam ide gagasan ialah Jean Paul Sartre dan Calud Levi- Strauss. Bourdieu mendapat pengaruh tentang eksistensi alis melalui dialog dengan Sartre. Pandangan Sartre bahwa “actor sebagai creator dunia sosialnya.” Sartre berpandapat bahwa creator “tak terbatas,” pola pikir itu yang tidak disetujui oleh Bourdieu. Pada batas itulah Bourdieu berpandangan bahwa Sartre terlampau jauh dan mengabaikan batasan structural.

Munculnya padangan Bourdieu tentang strukturalis dipengaruhi oleh Levi-Strauss. Kedualiran eksistensialis Sartre dan strukturalis-Levi Strauss, Bourdieu mengkritisi secara tajam. Sampailah Bourdieu menemukan titik temu bagi keduanya bahwa “strukturalisme adalah sama terbatasnya dengan eksistensialisme.” Sisi lain Bourdieu menghendaki baik eksistensialisme-Sartre  dan strukturalisme-Levi- Strauss, terintegrasi keduanya.

Selain pengaruh Jean Paul Sartre dan Levi Strauss, Bourdieu dipengaruhi oleh teori Marxian dan Marxis. Tetapi dia enggan disebut sebagai orang Marxis. Bourdieu lebih pas dikatakan mengerjakan “praxeology.” Bukan eksistensilis maupun strukturalis.

Bourdieu memiliki pengaruh dari liberasionis dalam berkarya. Hal tersebut nyata terlihat dalam minat yang begitu kuat untuk membaskan orang dari dominasi politik dan kelas. Sisi tepat mencermati karya-karya Bourdieu bahwa dia sebagai pencipta ide-idenya sendiri dengan menggunakan entry pointnya ialah Marx dan Marxis.

Selain Marx dan Marxis, jejak tokoh Sosiologi Perancis Weber dan Emile Durkheim juga jelas terlihat. Namun Bourdieu menolak secara tegas jika diberi label Marxian, WEberian, Durkheimian dll. Alasan Bourdieu “label semacam itu bersifat membatasi, terlalu menyederhanakan dan berbenturan dengan karya-karyanya. Bourdieu lahir 1 Agustus 1930 lalu meninggal 23 Januari 2002.

Karya-karya Pierre Bourdieu (1930-2002)    

1.       Reproduction in Education, Society and Culture (1970) bersama J.C. Passeron tentang Sosiologi Pendidikan
2.       Outline of a Theory of Practice (1972) tentang Etnografi
3.       Distinction: A Social critique of the judgement od Taste (1979) tentang barang-barang kultural
4.       The Logic of Practice (1980) Etnografi
5.       In Other Words (1987) tentang Sosiologi Refleksi
6.       Homo Academicus (1984a) tentang Hierarki Pendidikan
7.       The Political Ontology of Martin Heidegger (1988) tentang Kritik filsafat Martin Heidegger 
8.     An Invitation to Reflexive Sociology (1992) bersama L.J.D. Wacquant 

*) Diolah dari berbagai sumber 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hobi Bikin Meme

Banggakan Orang Tua

PEKA